sahabat telepon
“HWAhahahahah.. fales.. fales” suara bising kini terdengar dari speaker hp yang kuletakkan di atas kasur. Aku sedang terhubung dengan beberapa sahabatku. Sudah satu tahun dua bulan tepatnya kami hanya dapat bersua melalui telpon genggam. Aku di Makassar, Laila dan Zulfa di Jakarta, Citra di Madura, Nabillah di Bandung, dan Amfe di Malang kini bagai berada dalam satu ruangan. “bukan fales kalo suara nabil mah..” amfe mengomentari dengan suara bernada khas sunda jawanya “apa dong fe?” “salah nada” “Hahahahahahah…” ruang maya yang menghubungkan kami lagi-lagi dipenuhi tawa. “oma goma opa goma …” terdengar lagi nabil menyanyi “nah kalo yang itu cocok bil” amfe lagi lagi mengomentari disusul persetujuanku, laila, dan citra. Malam ini akan menjadi malam yang penuh dengan tawa. “tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit” aku menatap layar hp ku dengan ekspresi bertanya ‘kenapa nih?’ layar hp itu menunjukkan kalau sambungan masih berjalan hanya saj...