Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

sahabat telepon

Gambar
“HWAhahahahah.. fales.. fales” suara bising kini terdengar dari speaker hp yang kuletakkan di atas kasur. Aku sedang terhubung dengan beberapa sahabatku. Sudah satu tahun dua bulan tepatnya kami hanya dapat bersua melalui telpon genggam. Aku di Makassar, Laila dan Zulfa di Jakarta, Citra di Madura, Nabillah di Bandung, dan Amfe di Malang kini bagai berada dalam satu ruangan. “bukan fales kalo suara nabil mah..” amfe mengomentari dengan suara bernada khas sunda jawanya “apa dong fe?” “salah nada” “Hahahahahahah…” ruang maya yang menghubungkan kami lagi-lagi dipenuhi tawa. “oma goma opa goma …” terdengar lagi nabil menyanyi “nah kalo yang itu cocok bil” amfe lagi lagi mengomentari disusul persetujuanku, laila, dan citra. Malam ini akan menjadi malam yang penuh dengan tawa. “tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit”  aku menatap layar hp ku dengan ekspresi bertanya ‘kenapa nih?’ layar hp itu menunjukkan kalau sambungan masih berjalan hanya saj...

GALAU

H-2 dan aku masih terbayang-bayang dengan pikiran ini. Ragu, gelisa, bingung. Haruskah? Bisakah? Bolehkah? Pertanyaan-pertanyaan ini yang membuatku terus terbayang bayang mimpi buruk.  Mengapa harus selambat ini? mengapa baru sekarang? Apa ini suatu kesalahan? Apa ini akan menunjukkan kalau aku tidak mensyukuri apa yang kumiliki? Tapi mengapa? Aah.. tak kusangka semuanya akan serumit ini. Disaat seperti ini rasanya aku ingin melupaka kalau aku membuat masalah semakin rumit. Aku ingin sekali seseorang berkata “semangat, aku yakin kamu bisa!!” tapi itu hanya akan jadi angan angan saja.         Disaat seperti ini, ketika seharusnya aku menemukan penyelesaian tentang masalahku, kepalaku melah terisi bayangan lain. Tak kusangka walau sudah kucoba untuk tak memikirkan hal yang tak penting untukku tapi tetap saja, rasanya aku ingin tau segalanya. Apa dia juga akan mengikuti tes itu? Dimana ia akan mendaftar? Dimana tempat tesnya? Tapi bukan kah dia s...

hidup :)

Banyak hal dalam hidupku sebenarnya berarti, namun aku tak memerhatikannya. Aku terlalu fokus pada masa-masa indahku dulu sehingg lupa kalau aku punya masaku yang sekarang. Aku terlalu sibuk berfikir tentang orang-orang yang ada di masa laluku, sampai aku lupa teman-teman disekitarku saat ini. Satu tahun sudah berlalu tapi aku mesih hidup tanpa hati disini. Hatiku tertinggal jauh di tempat yang dulu aku pernah berada disana. Mungkin beberapa orang teman sudah menyadari itu. Tapi aku terlalu lambat untuk menyadarinya sehingga aku tak tau bagaimana caranya mengembalikan hati itu ke tempatnya hingga ia bisa mendampingi jasadku saat ini. aku benar- benar sedang terpuruk hampir putus asa. Aku melangkah, menjelajahi tempat-tempat indah di makasar berkali-kali, tapi pikiranku, selalu kembali di kaki gunung ciremai. Aku berjalan-jalan bersama teman kampus, berfoto bersama, tapi hatiku tetap berada bersama kawan-kawan lamaku. Aku menjejakkan kaki dipasir pantai tapi aku merasa sedang mengi...

Bertemu Kembali

Gambar
‘Bahagia itu sederhana’. Apa itu bahagia? Banyak definisi dari bahagia, tergantung dari sudut mana kau memandangnya. Bahagia bisa jadi berarti ketika kau bisa tertawa lepas, ketika kau bisa bersama orang-orang yang kau sayangi, dan juga bisa berarti ketika kau hanya ingin bertiak ‘AKU BAHAGIA’. Malam ini sungguh malam yang sangat membahagiakan untukku. Ketika aku bisa kembali bertemu dengan kawan-kawan SD setelah selama tujuh tahun masa-masa itu berlalu.         ‘Teman lama semakin lama akan semakin special’. Rasa-rasanya kata-kata ini tidak keliru. Bahkan ketika lama tak berjumpa pun, teman akan selalu menjadi teman. Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar. Mungkin aku lupa namamu, tapi aku ingat wajah itu pernah menemaniku untuk tertawa. Trima kasih kawan. Malam ini satu lagi kawan kita melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya ‘rumah tangga’. Siapa lagi ya yang akan menyusul selanjutnya. Wahyuni R & A N Basit mungkin? Hahahah. Yang past...

RINDUKU MALAM INI DUA TAHUN SILAM..

Gambar
Malam ini mataku tak ingin terpejam, ada banyak ide memenuhi otakku. Aku harus segera meluapkannya sebelum semuanya termakan waktu. Malam ini adalah malam pertama PERISAI ke 3. Kalau ini malam perisai bukankah seharusnya disana anak-anak panitia masih sedang sibuk dengan acara esok hari? Ya begitulah yang aku ingat tentang kita dua thun lalu. Ingatan itu begitu kuatnya, sampai kerinduan dihati ini rasanya sulit lagi untuk dibendung. Malam ini akan ku biarkan kau tau, betapa rindunya aku pada hari ini, dua tahun silam.         Malam ini aku berdiri di bawah tenda tenda biru yang berlapis kain warna warni, pelangi nusantara katanya. Malam ini kulihat mereka dengan senyum-senyum indah di wajahnya. Senyum yang menunjukkan rasa bangga dengan apa yang telah mereka lakukan. Senyum-senyum itu, dua tahun silam pun pernah menemaniku dan kawan-kawanku di tempat ini, Pondokku.         Ku lihat peluh itu membasahi wajahmu....

kotretan

Mm.. harus aku mulai dari mana ya?                 Ok kita coba mualai menulis apa saja yang terlintas dikepala. Saat ini aku sedang   terkenang   teman-teman di pondok. Tepatnya ketika awal aku mengenakan seragam putih abu-abu.   Ya tepat sekali, seragam SMA. Tak banyak yang berbeda dengan saat SMP hanya seragam dan wajah-wajah baru yang sekarang menghiasi kelas walaupun masih ada juga wajah-wajah yang sudah familiar. Dan satu lagi, kalau dihitung-hitung jumlah orang dalam kelas berbeda dari saat SMP. Hanya selisih beberpa orang santri saja. Angkatan kami memang sepertinya akan selalu jadi angkatan yang jumlah santrinya sedikit, dan memang begitulah kenyataannya. Aku masih ingat nama-nama temanku ketika awal masuk. Akan kuperkenalkan seiring dengan kalian membaca cerita ini.                 Sebenarnya kami ketika a...