hidup :)

Banyak hal dalam hidupku sebenarnya berarti, namun aku tak memerhatikannya. Aku terlalu fokus pada masa-masa indahku dulu sehingg lupa kalau aku punya masaku yang sekarang. Aku terlalu sibuk berfikir tentang orang-orang yang ada di masa laluku, sampai aku lupa teman-teman disekitarku saat ini. Satu tahun sudah berlalu tapi aku mesih hidup tanpa hati disini. Hatiku tertinggal jauh di tempat yang dulu aku pernah berada disana. Mungkin beberapa orang teman sudah menyadari itu. Tapi aku terlalu lambat untuk menyadarinya sehingga aku tak tau bagaimana caranya mengembalikan hati itu ke tempatnya hingga ia bisa mendampingi jasadku saat ini. aku benar- benar sedang terpuruk hampir putus asa.
Aku melangkah, menjelajahi tempat-tempat indah di makasar berkali-kali, tapi pikiranku, selalu kembali di kaki gunung ciremai. Aku berjalan-jalan bersama teman kampus, berfoto bersama, tapi hatiku tetap berada bersama kawan-kawan lamaku. Aku menjejakkan kaki dipasir pantai tapi aku merasa sedang menginjak rumput basah di lapangan mesjid jami’. Oh mengapa aku bisa sejahat ini dengan hari-hariku di Makassar. Kota yang seharusnya aku senang berada disini. Kenapa sekarang berbeda? Aku malah ingin kembali ke kota Kuningan. Ada apa dengan ku? Terjebak dengan masa lalu? Mungkin itu lah aku sekarang.
Tak ada gunanya untuk kembali lagi mengambil hati yang sudah tertinggal. Itu sudah terlalu jauh untuk kembali lagi. Aku ingin menemukan hati yang baru di tempat ini, Makassar. Aku ingin mencintai kampusku, sebagaimana aku mencintai BU. Aku ingin merasakan betapa aku bangga menjadi orang Makassar, seperti ketika aku berada di kota Kuningan. Bisakah aku kembali merangkai hati ku?? Bisakah aku mendapat hati yang baru?
Aku selalu berpegang pada kata ‘no thing is impossible / I’m possible’ dan aku yakin aku bisa menemukan kebahagian di kota daeng ini. Gak ada yang gak mungkin, hanya aku peru menikamati hidupku. Aku hanya butuh sedikit penyesuaian dengan kotaku lagi. Tanpa ada ‘teh’, ‘mah’, ‘atuh’ yang ada cuma ‘kah’, ‘ji’, dan ’iye’. Sedikit penyesuaian dan sedikit merangkai hati kemudian meletakkannya di tempat yang tak kalah indahnya dengan tempat yang ku berikan pada masa laluku. Kini saatnya menjalani, menghadapi dan menikmati kehidupan baruku.

“Jika sepotong kisah hidup kita tidak selesai, tutup potongan tersebut, lanjutkan kisah yang lain. Ada banyak cerita baru yang lebih seru telah menunggu.
Jika sepucuk keinginan kita gagal terpenuhi, maka tinggalkan keinginan tersebut, teruskan keinginan yang lain. Ada banyak keinginan yang lebih baik yg tersedia.
Hidup ini sebentar, jangan habiskan berkutat di sepotong kisah saja.”
#Tere Liye


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALAU

organisasi dan mager