GALAU

H-2 dan aku masih terbayang-bayang dengan pikiran ini. Ragu, gelisa, bingung. Haruskah? Bisakah? Bolehkah? Pertanyaan-pertanyaan ini yang membuatku terus terbayang bayang mimpi buruk.  Mengapa harus selambat ini? mengapa baru sekarang? Apa ini suatu kesalahan? Apa ini akan menunjukkan kalau aku tidak mensyukuri apa yang kumiliki? Tapi mengapa? Aah.. tak kusangka semuanya akan serumit ini. Disaat seperti ini rasanya aku ingin melupaka kalau aku membuat masalah semakin rumit. Aku ingin sekali seseorang berkata “semangat, aku yakin kamu bisa!!” tapi itu hanya akan jadi angan angan saja.
        Disaat seperti ini, ketika seharusnya aku menemukan penyelesaian tentang masalahku, kepalaku melah terisi bayangan lain. Tak kusangka walau sudah kucoba untuk tak memikirkan hal yang tak penting untukku tapi tetap saja, rasanya aku ingin tau segalanya. Apa dia juga akan mengikuti tes itu? Dimana ia akan mendaftar? Dimana tempat tesnya? Tapi bukan kah dia sudah berkata tidak? Ahh.. dasar cowok sialan, kenapa harus saat seperti ini kau buat otakku penasaran.

        Jika kau melihatku saat ini, kau hanya akan meihat seseorang yang sedang meletakkan kepalanya dimeja, sesekali menggaruknya walaupun itu tidk gatal sama sekali, berusaha menghilangkan semua pikiran-pikiran ini dan kembali menikmati hidup yang penuh dengan kemalasan. Tapi lihatlah, beapa bodohnya aku. Ini mungkin yang dikatakan ‘berfikir akan membuatmu nampak seperti orang bodoh’. Ini bukan kali pertama aku membuat masalah dengan segalanya. Orang tua, sekolah, keluarga mungkin kalau mereka peduli. Tapi, apa ini akan berakhir happy ending, ataukan aku hanya akan terpuruk bahwa ternyata aku hanya pecundang yang sedang terpenjara rasa bangga butanya. Ayolah, apa yang bisa aku lakukan. Disaat seperti ini rasanya aku membutuhkan saranmu kawan..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

organisasi dan mager

hidup :)