Mantan Terindah

Entah bagaimana harus ku mulai. Merangkai kata-kata untuk menceritakan masa lalu tak seperti merangkai sebuah cerita yang tak pernah terjadi. Cerita ini mungkin akan agak acak, karna sejujurnya ingatanku tidak begitu baik. Bukan karna kenangan lama ini tak berkesan, hanya saja aku pernah membencinya, dan berusaha melupakannya.

Bagi sebagian orang “MANTAN” adalah hal paling menggagu dalam hidup. Pun bagiku juga demikian. Mengapa? Bisa jadi karna kita punya cerita yang ingin kita kubur dan kita tau satu-satunya orang yang bisa mengungkap detail cerita tersebut hanya “MANTAN”. Kalau sudah begini rasanya seseorang yang pernah jadi hal paling manis kini menjadi hal paling menjijikkan. Tapi…

Mantan tidak selalu menjadi hal yang buruk dan ingin dibuang jauh jauh. Kadang mantan bisa jadi teman terbaik untuk menemani obrolan santai sambil nostalgia kenangan lama. Tapi hanya 1:100 orang yang beruntung memiliki mantan yang menyenangkan. Dan aku beruntung menjadi satu dari sekian banyak orang tersebut. Ingat judul lagu “Mantan Terindah”? Karna dia yang pertama dan satu-satunya, Dia adalah mantan terindah untuk ku. Dan lebih dari itu, kini ia adalah teman terbaik yang bisa kuajak mengobrol ringan sekedar memenuhi ruang chat yang sepi.

Dua hari yang lalu Dia mengajakku bernostalgia. Awalnya bukan tentang kami, tapi tentang seorang wanita yang sedang dia suka dan dulu adalah teman kami. Sampai pada satu titik pembahasan tentang masa itu tak terhindari karna keisengannya. Cerita lama yang berusaha tak ku ungkit menjadi topik pembahasan walaupun sudah kucoba untuk menghindarinya. Sepertinya menyenangkan untuknya membuatku kesal dengan membuka cerita lama.Tapi aku terharu dengan akhir ceritanya. Kata-kata penutup yang menyenangkan, membuatku sekilas ingat potongan rasa 11 tahun lalu. Dan aku terpukau dengan bagaimana ia mengingat begitu banyak kejadian yang sebagian besar sudah hilang dari ingatanku.

Katanya kita bertemu dikelas 3, dan berpisah diakhir persekolahan. Aku pergi untuk melanjutkan sekolahku di kampung orang. Komunikasi yang belum secanggih saat ini jelas terputus, hingga aku mengenal Facebook. Sesekali aku bisa mengobrol dengannya, tapi amat sangat jarang karna aku hanya bisa terhubung dengan internet maksimal 2 kali dalam seminggu. Aku bahkan pernah meminjam hp walikelasku untuk membuka aplikasi facebook sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, dan sepertinya itu obrolan terakhir kami hingga kuputuskan untuk kembali. Di awal tahun perkuliahanku, karna dengan terpaksa harus kembali ke kampung halaman, aku bertemu dengannya lagi. Dia menjadi teman ngobrol yang menyenangkan, walaupun kadang kadang sedikit menyebalkan seperti saat terakhir kali. 

Jarak yang terpisah laut, waktu yang sudah berlalu banyak, dan komunikasi yang jarang membuatku berfikir ia sudah melupakan masa-masa itu. Tapi malam itu, nostalgia itu benar benar membuatku terharu. Bagaimana mungkin dia mengingatnya? Bukan kah laki-laki lebih mudah melupakan sesuatu disbanding perempuan. Dia bahkan ingat yang tak ku ingat lagi. Menyenagkan.

Antara senang dan bingung bagaimana melanjutkan obrolan terakhir, aku akhirnya tergoda untuk membuat serangkaian kalimat untuk membahasakan perasaanku. Hay mantan terindah. Kau yang akhirnya membaca tulisan ini. Trimakasih telah mengobati keragu raguanku (kufikir dulu kau terpaksa, dan itu bukan hal yang berarti untukmu, jadi aku igin melupakannya saja. Mengenang rasa yang searah tidak pernah menyenangkan). Dan terimakasih untuk tetap mengingat masa itu sebagai hal yang baik walau aku sangat ingin melupakannya (dan kamu tau itu). Dan untuk 3 lembar surat dengan penutup ‘I love U’ pertama yang kuterima dari seseorang dalam hidupku, aku sangat senang karna pernah mendapatkannya dari teman yang baik sepertimu. Akhirnya aku bisa benar benar memeluk semua kenangan itu tanpa penyesalam, sunggu trimakasih.

Untuk kalian yang masih tidak bisa berdamai dengan mantan entah apapun alasannya. Sebenci apapun kalian sekarang, mereka pernah menyukaimu pun sebaliknya. Apa salahnya membangun hubungan baru (Pertemanan). Musuh bisa selalu menjadi teman terbaik. Dan teman baik… akan selalu menarik memilikinya dalam setiap episode kehidupan. Dan “hay kamu! Bisa kah kita berbicara santai layaknya teman?” karna untukku memilikimu sebagai teman sudah cukup. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALAU

organisasi dan mager

hidup :)