Mawar
*Ceritaku Tentang Bunga Mawar* (by: my mamah (nurhayati) on Facebook 25/06/2018)
Ketika anakku baru satu orang,umur anakku saat itu 2 tahun,saya kadang ikut kegiatan siswa suamiku ke Malino yg terkenal dengan bunga bunganya.Pulangnya sempatkan diri beli bunga mawar beberapa warna di pasar Malino, sampai di Makassar ditanam.Beberapa hari kemudian bunganya mati...itu beberapa kali terjadi, saat itu belum ada Google untuk tempat bertanya gimana merawat bunga mawar,akhirnya saya berkesimpulan,bunga mawar itu hanya bisa tumbuh di Malino atau daerah yg dingin.Melihat aku suka akan bunga mawar, atau mungkin karena suamiku kasihan melihat aku selalu gagal memelihara bunga mawar,Suamiku membelikan poster bunga mawar merah ukuran 95 cm kali 65 cm,lengkap dengan bingkainya di ultahku.Bunga mawar yang tidak akan mati mati lagi,itu kata suamiku.Sampai hari ini,poster bunga mawar merah masih menghiasi ruang keluarga kami.Dua puluh tahun berlalu,tak ada niat lagi beli bunga mawar karena masih terpikir kalau bunga mawar tak bisa tumbuh di daerah panas,sampai akhirnya
2 bulan lalu awal April,jalan jalan Gor Sudiang,ada bunga mawar berbagai warnah di jual,minggu Minggu sebelumnya sering liat juga tapi tak ada niat untuk beli,tapi hari itu,seperti ada dorongan untuk mencoba lagi menanam bunga mawar,dibelilah 4 tangkai.sampai di rumah ditanam dengan hati hati.Alhamdulillah,4 tumbuh dengan baik,dibuktikan dengan munculnya pucuk baru.Mulailah muncul harapan kalau bunga mawar bisa tumbuh bukan cuman di Malino.Didukung juga oleh bunga bunga Mawar Mertua yg baru dibelinya tumbuh subur.
Tgl 8 Mei 2018 ke kuningan menghadiri acara Haplah anak ke 2 dan ke 3 di Pesantren,sekaligus menjemput mereka pulang.Biasanya anak anak pulang lewat Jakarta,kali ini Kami pulang lewat Surabaya,naik kereta cerebon-surabara.Saat kami tiba Surabaya...ternyata lagi ramai ramainya masalah BOM,ada rasa takut juga untuk jalan jalan,diputuskan sama anak anak tetap di hotel saja sampai tiba waktu ke Bandara.Pagi pagi sempatkan diri keluar sendiri jalan jalan....e..ternyata hotel tempat kami nginap dekat pasar bunga,dan umumnya bunga Mawar,segala warna,mungkin kalau dihitung lebih dari 30 warna karena ada yg sdh seperti batik,hasil tempel.Karena tak bisa kemana mana buat beli oleh oleh,jadilah 3 dos bunga mawar,dengan berbagai warna dibawa pulang ke makassar.Alhamdulillah....satu bulan berlalu...semua bunga yg saya bawa tumbuh dengan suburnya, bunganya sangat indah dengan berbagai warna,betah berlama lama memandang.Saat umur anak pertama baru 2 tahun,berkeinginan menanam bunga mawar, kini baru terwujud setelah anak sebentar lagi sidang terakhir di kampus.Dia ternyata juga suka bunga mawar seperti ibunya.Itulah Ceritaku Tentang Bunga Mawar.**
Ketika anakku baru satu orang,umur anakku saat itu 2 tahun,saya kadang ikut kegiatan siswa suamiku ke Malino yg terkenal dengan bunga bunganya.Pulangnya sempatkan diri beli bunga mawar beberapa warna di pasar Malino, sampai di Makassar ditanam.Beberapa hari kemudian bunganya mati...itu beberapa kali terjadi, saat itu belum ada Google untuk tempat bertanya gimana merawat bunga mawar,akhirnya saya berkesimpulan,bunga mawar itu hanya bisa tumbuh di Malino atau daerah yg dingin.Melihat aku suka akan bunga mawar, atau mungkin karena suamiku kasihan melihat aku selalu gagal memelihara bunga mawar,Suamiku membelikan poster bunga mawar merah ukuran 95 cm kali 65 cm,lengkap dengan bingkainya di ultahku.Bunga mawar yang tidak akan mati mati lagi,itu kata suamiku.Sampai hari ini,poster bunga mawar merah masih menghiasi ruang keluarga kami.Dua puluh tahun berlalu,tak ada niat lagi beli bunga mawar karena masih terpikir kalau bunga mawar tak bisa tumbuh di daerah panas,sampai akhirnya
2 bulan lalu awal April,jalan jalan Gor Sudiang,ada bunga mawar berbagai warnah di jual,minggu Minggu sebelumnya sering liat juga tapi tak ada niat untuk beli,tapi hari itu,seperti ada dorongan untuk mencoba lagi menanam bunga mawar,dibelilah 4 tangkai.sampai di rumah ditanam dengan hati hati.Alhamdulillah,4 tumbuh dengan baik,dibuktikan dengan munculnya pucuk baru.Mulailah muncul harapan kalau bunga mawar bisa tumbuh bukan cuman di Malino.Didukung juga oleh bunga bunga Mawar Mertua yg baru dibelinya tumbuh subur.
Tgl 8 Mei 2018 ke kuningan menghadiri acara Haplah anak ke 2 dan ke 3 di Pesantren,sekaligus menjemput mereka pulang.Biasanya anak anak pulang lewat Jakarta,kali ini Kami pulang lewat Surabaya,naik kereta cerebon-surabara.Saat kami tiba Surabaya...ternyata lagi ramai ramainya masalah BOM,ada rasa takut juga untuk jalan jalan,diputuskan sama anak anak tetap di hotel saja sampai tiba waktu ke Bandara.Pagi pagi sempatkan diri keluar sendiri jalan jalan....e..ternyata hotel tempat kami nginap dekat pasar bunga,dan umumnya bunga Mawar,segala warna,mungkin kalau dihitung lebih dari 30 warna karena ada yg sdh seperti batik,hasil tempel.Karena tak bisa kemana mana buat beli oleh oleh,jadilah 3 dos bunga mawar,dengan berbagai warna dibawa pulang ke makassar.Alhamdulillah....satu bulan berlalu...semua bunga yg saya bawa tumbuh dengan suburnya, bunganya sangat indah dengan berbagai warna,betah berlama lama memandang.Saat umur anak pertama baru 2 tahun,berkeinginan menanam bunga mawar, kini baru terwujud setelah anak sebentar lagi sidang terakhir di kampus.Dia ternyata juga suka bunga mawar seperti ibunya.Itulah Ceritaku Tentang Bunga Mawar.**

Komentar
Posting Komentar