Pagi ini aku memulai hariku dengan memeriksa laporan praktikum fisika
dasar, berhubung sekarang aku meluangkan waktu menjadi asisten lab fisika
dasar. Belum selesai semua pekerjaanku aku bersegera ke kampus, karna pagi ini
aku bertugas mengawas lab. Setelah bersiap-siap, seperti biasa aku memeriksa hp
ku yang sedang dicas. ‘lah kok gak ada jaringan ya? Ah nanti juga balik lagi’
pikirku sambil melepaskan carger dari
hp dan memasukkannya ke dalam tas.
Sampai di lab, aku langsung
menghampiri praktikan untuk mengumpulkan katrol. Terlambat sebenarnya karna
mereka harus masuk dengan katrol yang sudah bertandakan acc-. Tapi kalau mau memberi alasan itu bukan kesalahanku, karna
mereka yang tidak membawa katrol di hari sebelumnya. Dan setelah itu aku pun
ditegur oleh kakanda kordinator golongan (nasib T.T). Tapi itu hanya pengantar
cerita.
Agar dapat memeriksa jaringan hp ku aku terus membawanya di saku. Tapi karna
peraktikumnya sangat asik, aku lupa memerikasanya. Setelah peraktikum berakhir,
beberapa kali aku mengecek hp dan bahkan me-restart-nya.
Tetap saja nihil. Aku bahkan sudah melepas dan memasang kembali kartunya karna
ku pikir kartunya bermasalah. Tapi sama saja.
Sambil mondar mandir antara lab elektronika dan lab fisika dasar aku
mencoba memncari jaringan. Juniorku sampai bertanya apa yang sedang aku lakukan
mondar mandir tanpa tujuan. Aku menjawab bahwa aku sendang mencari jaringan. Karna
tetap tidak ada aku memutuskan untuk berjalan ke kantin sambil mencari
penyumpal perut. Ternyata sama saja, tetapi setidaknya perutku terobati.
Aku menyerah. Kembali keruang asisten dan merenungi nasib. Tidak lama
aku memilih meninggalkan hp dan pergi melakukan hal lain yang lebih bermanfaat.
Saat kembali ke ruang asisten aku pamit pada temanku untuk pergi ke mesjid aqso
sekaligus memberitahukan posisiku kalau-kalau dia mencariku. Aku berjalan kaki
ke mesjid aqso sambil menenteng hp. Sesekali ku cek lagi jaringannya.
Setiba di mesjid aqso aku bertemu senior ku. Tadinya aku ingin
mengadukan betapa menyebalkannya hp ku. Tapi aku terlupa sejenak dengan hp ku
karna permasalahan organisasi yang harus ku adukan lebih dahulu. Aktifitas di
aqso berjalan lancar. Walaupun sesekali aku mengecek jaringan. Tetap sama.
Selesai sholat asar aku berjalan menuju ruang asisten. Mencari temanku
yang memegang kunci motorku. Tidak ada, ia ternyata menyusulku ke masjid. Akhirnya
aku memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju gedung pkm. Harusnya sore itu
aku bertemu dengan adik-adik bimbinganku di sekret ukm kpi. Aku tidak tau
mereka akan datang atau tidak karna hp ku, demikian. Dan setelah sampai di sekret,
ternyata nihil. Tapi setidaknya aku dapat wifi geratis.
Pesan-pesan masuk ke hp ku dengan lambat. Wifi ini tidak hanya aku yang
memnggunakan. Tapi setidaknya sudah ada jaringan (Alhamdulillah J). Aku menghubungi temanku lagi. Ternyata dia juga
menuju mesjid aqso dengan berjalan kaki karna berfikir aku menggunakan motor. Demikian
lah betapa pentingnya alat komunikasi. Aku memintanya menjemputku. Waktunya kembali
ke rumah.
Perjalanan menuju rumahku dari kampus kurang lebih tiga puluh menit. Sampai
dirumah aku langsung disapa dengan kanebo basah. Ayah usil mengganggu seperti
biasa. Seharusnya hari ini sangat menjengkelkan. Tapi tidak seperti biasa, emosiku
stabil hingga tiba dirumah. Aku masuk ke kamar mamah, menyalakan hotspot dari
hp nya. Kemudian menuju ke kamar. Setelah berganti pakaian dan sholat maghrib,
aku menyalakan notebook. Sambil menunggu notebook menyala, aku memeriksa lagi
hp ku. Masih tidak ada jaringan. Ku coba buka pengaturan kembali mengotak-atik,
sia-sia. ‘sepertinya lebih baik ku cas sampai penuh dulu’. Aku kemudian
melakukan hal lain dengan notebook yang sudah tersambung dengan jaringan wifi
dari hotspot. Hp ku masih di sampingku tersambung dengan carger.
Setelah membaca satu artikel, konsentrasiku kembali terarah pada hp yang
sedang di cas. Aku mengambilnya. Saat ku lihat jaringannya ‘edvo’ aku menekannya
sekali untuk mengaturnya kembali ke ‘4G’, dan tadaaa.. akhirnya kutemukan
sumber masalahku seharian ini. Siang tadi saat aku mengganti kartu aku sempat
melihatnya. Tapi aku tak terpikir untuk melakukan sesuatu.
Seharian aku bisa dibilang menderita tanpa alat komunikasi, dan ternyata
aku hanya butuh hal kecil untuk menghilangkan itu. Tidak perlu aku jauh-jauh menjelajahi
penngaturan hp. Tanda jaringan itu terletak didaerah yang tidak tersembunyi. Tapi
takdir berkata lain. aku harus melintasi satu hari tanpa patah semangat terus
mencari apa penyebabnya. Dan itu semua bukan kesia-siaan.
Saat di secret kpi, karna tidak ada jaringan aku akhirnya tau kalau ada
wifi yang bisa digunakan di sana. Karna tidak ada jaringan, aku seharian
berolah raga dengan berjalan kaki. Karna tidak ada jaringan, aku bisa tinggal
lama di kpi dan tau tentang situs canva.com (untuk disain pamflet online). Dan karna
tidak ada jaringan aku belajar untuk bersabar.
Kesalahan kecil ini juga mengajariku untuk tidak menganggap remeh satu
hal kecil. Karna hal besar tidak akan ada tanpa didahului hal kecil. Begitu bukan???
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap, kalimatnya ringan dan mudah di mengerti, maknanya dapat....
BalasHapusbravo...
hehehe.. makasih komentarnya..
Hapus