me- a/ di- TINGGAL -kan
Tentang meninggalkan atau ditinggalkan. Pada akhirnya semua yang kita
miliki akan kita tinggalkan atau meninggalkan kita. Kehidupan yang menuntut
kita untuk terus berjalan kedepan mengikuti waktu lah yang membuat kita harus
meninggalkan atau ditinggalkan. Itulah mengapa kata “setiap ada perjumpaan
pasti ada perpisahan” selalu popular. Karna kita akan selalu mengalaminya. Ditinggalkan
oleh barang-barang yang kita punya, atau kita meninggalkannya. Meninggalkan
teman-teman atau ditinggalkan. Bahkan seorang ibu dan anak tidak dapat
selamanya bersama. Akan ada titik dimana anak harus meninggalkan ibunya atau
ibu harus meninggalkan anaknya.
Meninggalkan atau ditinggalkan sesuatu yang memberi kesan dalam sepotong
cerita hidup kita adalah hal yang amat memilukan. Jika kalian pernah merasakan
menjadi seorang santri, hidup bersama teman-teman bertahun-tahun. Lalu kemudian
hari perpisahan sekolah tiba. Dengan alasan melanjutkan sekolah ke jenjang
selanjutnya, kalian harus meninggalkan dan ditinggalkan oleh teman-teman yang
sudah seperti keluarga sendiri. Bagaimana rasanya? Singkatnya itu menyakitkan. Aku
bahkan sempat terjebak kenangan atau kerennya kita sebut gak bisa move on. Dua stengah
tahun lamanya, rasanya masih sama. Saat harus berpisah dari teman-teman itu
masih membuat mata ini sembab, detak jantung memilukan dan bernafas serasa
berat. Itu lah mengapa aku tak pernah suka kata “sampai jumpa lagi”. Karna itu
menunjukkan ada yang harus pergi, dan entah kapan akan berjumpa lagi.
Banyak alasan mengapa kita meninggalkan atau ditinggalkan. Intinya,
karna hidup ini harus tetap berlanjut. Dan hari ini rasanya aku sudah
ditinggalkan lagi. Ditinggalkan bahkan oleh teman-teman yang baru kutemui dua
stengah tahun yang lalu. Teman-teman yang kutemui setelah meninggalkan
teman-teman lamaku. Dan sejujurnya aku tersakiti. Ini belum puncaknya, karna
kami masih bertemu kadang-kadang. Tapi ini sudah cukup membuat depresi
terbayang-bayang sakitnya ditinggalkan. Kesepian. Mematahkan semangat. Tapi pada
akhirnya memang selalu harus ada yang meninggalkan atau ditinggalkan untuk
menemui sesuatu yang beru, agar hidup dapat terus berlanjut.
Tentang meninggalkan atau ditinggalkan. Karna ini akan selalu terjadi,
maka aku sangat ingin menikmati setiap detik kebersamaanku bersama orang-orang
yang kutemui. Kalian, teman-temanku, aku ingin membuat setidaknya pertemuan
singkat kita memiliki arti yang indah dalam catatan hidup kita sebelum akhirnya
salah satu dari kita harus pergi. Aku ingin kau selalu punya alasan untuk
mengingatku. Dengan begitu, akan selalu ada kesempatan untuk bertemu. Karna kesempatan
itu diciptakan. Dan yang menciptakannya tidak bisa orang lain, tapi kita
sendiri. Karna meninggalkan dan ditinggalkan tidak lain adalah jalan untuk
salin merindukan.
NB: HBD RESISTAN. Aku harap bisa lebih mengenal kalian sebelum
meninggalkan kampus.
Makassar 01 Februari 2017
Komentar
Posting Komentar