Ayah maaf aku berbohong.



Hay girl, angkat kaki yang merasa gak pernah bohong sama ayah, bapak atau abinya!! Aku kasih empat jempol buat kalian, karna aku tau itu sangat sulit dilakukan.
Ayah, secara umum ayah adalah sosok laki-laki dalam keluarga yang bertugas untuk menjaga dan menghidupi anggota keluarganya. Ayah selalu menyayangi keluarga dengan caranya sendiri. Bekerja siang malam, membuat ia kadang tak dapat memiliki banyak waktu untuk keluarga, tak semua ayah, tapi secara umum begitulah mereka. Untuk beberapa anak, ayah adalah sosok yang disegani atau bahkan sampai tahap ditakuti. Nah mungkin ada yang ingin menambahkan?
Secara khusus aku akan mengatakan pikiranku tentang sosok ayahku (aku memanggilnya bapak). Menurutku bapak itu menyenangkan tapi juga menyebalkan, mengagumkan tapi juga menakutkan. Yang menyenangkan dari bapak karna beliau selalu meluangkan waktu bersama keluarga, selalu menyediakan waktu untuk membuat keluarga bahagia dan bapak terkadang membuat candaan yang akhirnya akan membuat mamah bahkan aku kesal. Yap, pada tahap tertentu candaan bapak membuat kesal. Kalo sudah begitu aku memilih memasukkan perkataannya ketelinga kanan dan mengeluarkannya dari telinga kiri. Anggap tak dengar apa-apa. Dan satu lagi yang menyebalkan dari ayah karna amat perhitungan, dan sulit meminta uang darinnya padahal dia mudah memberikan uangnya untuk orang lain. Mengagumkannya karna beliau dapat melakukan banyak hal untuk mencari nafkah. Bapak multi talent dan talentanya itu dapat digunakan untuk menghasilkan uang. Sejarah pekerjaan bapak dari dia mudah hingga saat ini sudah sangat banyak, dan tak perlu aku list kan disini. Aku sungguh sangat kagum pada bapak dengan segala kemampuannya itu. Tapi terkadang aku takut pada beliau. Bapak dapat sangat menakutkan jika sedang marah, dan bapakku tipe orang yang mudah marah dan ringan tangan. Ini mungkin karna lingkungan kecilnya, dan itu diturunkannya padaku. Ketakutan itulah yang membuat aku kadang berbohong padanya.
Aku sangat benci kebohongan, dan menjujung tinggi kejujuran. Sebenarnya itu tidak pantas aku katakana, karna aku tetap tak bisa menghindari mulutku dari kebohongan. Dan lagi-lagi aku berbohong pada bapak. Aku juga pernah memegang prinsip “apapun resikonya, jujur saja” tapi itu dulu, sebelum rasa takutku pada bapak menutup hatiku. Jika aku sangat menginginkan sesuatu, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Dan jika aku gagal aku akan sangat marah bahkan mengumpat. Pun juga jika aku tak ingin melakukan sesuatu aku akan meninggalkannya. Dan ini sisi lain diriku yang membuatku kadang harus bohong bahkan marah pada bapak.
Kali ini aku berbohong lagi, aku berkata akan hiking bersama teman kuliah, tapi nyatanya teman kuliahku tak jadi ikut, aku tak mengatakannya, takut ia takkan mengizinkanku. Tapi aku mendapat pelajaran di perjalanan. Tidak hanya aku yang bermasalah dengan sosok ayah. Beberapa anak perempuan yang ikut bersamaku pun begitu. Bahkan ada yang kabur dari ayahnya, dan pastinya ayahnya amat sangat marah. Mungkin jika aku, aku takkan kembali kerumah hingga kemarahan bapak mereda. Aku tak ingin dipukul, aku sudah terlalu tua untuk itu, dan aku tak ingin membenci bapak melebihi ketakutanku padanya. Kemarahan ayah adalah tanda beliau menyayangi anaknya, ia marah karna rasa sayangnya dibalas dengan perlakuan anak yang dirasa tidak menghargainya, ia marah karna anaknya menolak kasih sayangnya. Tapi cara menyampaikan itu membuat ayah sangat menakutkan. Apa aku salah?
Sampai saat ini, ada dua hal yang membuatku berbohong pada bapak. Adventure dan cowok. Ketika aku ingin berpetualang, aku harus merangkai alasan untuk meminta izin, karna aku takut takkan diizinkan. Tapi sekarang aku tau, tak perlu banyak alasan, bapak hanya perlu tau, kegiatan apa? Bersama siapa? Dan itu lah masalahnya. Jika aku bilang kegiatan mendaki dan bersama cowok, apa beliau akan mengizinkan? Aku tau bapak terlalu menyayangi anaknya sehingga beliau takkan mengizinkan, dan memang harusnya begitu. Akupun tau diri, dan akan pergi hanya jika ada cewek lain bersamaku. Soal cowok, aku tidak mau mencari masalah dengan mengenalkan cowok secara langsung pada bapak. cukup bapak tau aku punya teman cowok, tak perlu lebih jauh. Dan memang aku tak punya seseorang yang harus ku kenalkan lebih jauh kepada beliau. Jika ingin bermain bersama teman-teman dan kebetulan itu cowok, aku hanya akan izin keluar tanpa menyebutkan bersama siapa. Dan bapak juga tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, selagi tidak menginap dan pulang terlalu malam. Tapi aku tetap takut jika harus bertemu disaat bersama teman cowok, aku terlalu malas menjelaskan panjang lebar bahwa aku tidak pacaran (prinsip hidupku) yang pasti jatuhnya aku harus berbohong lagi, ntah itu mengatakan aku bersama teman lain atau apalah.
Apapun alasannya, itu tetap saja kebohongan. Setakut apapun aku kepadanya, harusnya aku tak berbohong. Aku selalu ingin meminta maaf. Jadi bapak, maaf telah berbohong. Dan untuk ayah-ayah lain diluar sana, aku yakin anakmu pun menyesal telah berbohong atau membuatmu marah, jadi tolong mengertilah. Itu karna kami takut. Ayah, maaf aku berbohong.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALAU

organisasi dan mager

hidup :)